Motto

Ketahuilah Semua yang Engkau Katakan dan Jangan Katakan Semua yang Engkau Ketahui . Pengetahuan Manusia tidaklah tak terbatas mari kita manfaatkan untuk saling berbagi. Membagi ilmu akan semakin memperkaya Pengetahuan Kita

Keanekaragaman Hayati

Jenis makhluk hidup yang dapat dijumpai di lingkungan beranekaragam. Berbagai jenis hewan misalnya ayam, anjing, kucing, dan berbagai jenis tumbuhan misalnya jambu, mangga, jeruk, rerumputan, hidup di sekitar kita. Setiap makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup disebut keanekaragaman hayati atau biodiversitas.
Makhluk hidup sejenis (dalam spesies yang sama) memiliki ciri yang sama. Misalnya, ayam di Indonesia dengan ayam di Negara lain memiliki ciri yang sama. Jadi di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup, sedangkan antar spesies berbeda terdapat keanekaragaman.
Di berbagai lingkungan dapat kita jumpai keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Setiap lingkungan memiliki kenaekaragaman hayati masing-masing.

1. Keanekaragaman Gen.
Seluruh organisme yang ada dipermukaan bumi ini mempunyai kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama. Kerangka dasar tersebut tersusun atas ribuan sampai jutaan factor menurun yang mengatur tata cara penurunan sifat organisme. Factor-faktor menurun tersebut dinamakan gen atau plasma nutfah.
Komposisi atau susunan dan jumlah factor dalam kerangka dasar gen bias berbeda-beda. Perbedaan jumlah dan susunan factor tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.
Suatu sifat yang tampak(fenotip) merupakan ekspresi dari sifat yang tidak tampak(genotif) yang dikandung oleh gen. Sifat yang tidak tampak ini seringkali dipengaruhi oleh lingkungan tempat hidupnya.
F = G + L
Fenotip = Genotip + Lingkungan
Oleh karena itu, keanekaragaman hayati secara lebih spesifik mencakup variasi genetik yang ada di dalam individu spesies seperti pada gambar di bawah ini.




Gambar 3.1 Keanekaragaman hayati tingkat gen

2. Keanekaragaman Jenis.
Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Keanekaragaman tersebut lebih mudah diamati daripada keanekaragaman gen. Perbedaan antarspesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies.
Pada keluarga palmae kita kenal tumbuhan kelapa, aren, nipah, pinang dan lain-lain. Diantara jenis-jenis tumbuhan tersebut pada masa mudanya mempunyai bentuk fisik yang mirip. Tetapi pada fase tertentu dari perkembangannya mulai menunjukkan banyak perbedaan, sehingga jika kita menemukan pohon pinang atau nipah tidak akan menyebutnya pohon kelapa.



3. Keanekaragaman Ekosistem.
Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Akibatnya pada suatu lingkungan akan terdapat berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan. Mereka menyatu dengan lingkungan tersebut. Pada lingkungan yang sesuai inilah setiap makhluk hidup akan dibentuk oleh lingkungan. Sebaliknya makhluk hidup yang terbentuk oleh lingkungan akan membentuk lingkungan tersebut. Jadi, antara makhluk hidup dengan lingkungan akan terjadi interaksi yang dinamis.

Perbedaan kondisi komponen abiotik pada sutau daerah menyebabkan jenis yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Ada ekosistem hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain sebagianya.

Video : Macam Ekosistem yang ada di Bumi


Video : Ekosistem terumbu karang


Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Gambar 3.2 Ekosistem di lereng gunung & Ekosistem Pantai

Tidak ada komentar: